Berandanews24,Kalbar,Melawi-Pemerintah pada 2025 mulai memperketat penyaluran bahan bakar minyak (BBM) subsidi khususnya bagi kendaraan bermotor pribadi.Mengingat banyak praktik kendaraan yang seharusnya memakai BBM nonsubsidi justru memanfaatkan BBM bersubsidi. Khususnya kendaraan bermesin di atas 2.000 cc. Karena itu, pemerintah tengah menyiapkan tiga opsi penyaluran subsidi BBM dan listrik agar lebih tepat sasaran.Opsi pertama adalah mengalihkan seluruh subsidi BBM menjadi bantuan langsung tunai (BLT).

mempertahankan subsidi BBM dalam bentuk barang untuk seluruh transportasi dan fasilitas umum guna menekan laju inflasi, sementara sebagian besar subsidi masyarakat dialihkan ke dalam bentuk BLT. Opsi ketiga adalah menaikkan harga BBM subsidi.

Menurut Camat Belimbing(Felix) tersebut bertujuan untuk mengoptimalkan penyaluran subsidi, yang selama ini dinilai kurang tepat sasaran,”kemudian camat menerangkan Diwilayahnya YangMemiliki Dua SPBU  ”ujar Camat”

Salah satu upaya agar penyaluran BBM subsidi tepat sasaran adalah melalui pendataan lewat aplikasi QR Code MyPertamina. Sejak diujicobakan di bulan September 2022 hingga saat ini, masyarakat diwajibkan untuk tahu cara membuat  QR Code atau barcode MyPertamina jika ingin membeli BBM subsidi, seperti Pertalite ataupun Solar.”Pungkas camat”

Penulis:Akbar

Sedang Tren

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai