BERANDANEWS24.Kalbar,Melawi-Peningkatan ancaman demam berdarah (DBD) harus diwaspadai para pemangku kebijakan dan masyarakat. Langkah preventif cegah merebaknya demam berdarah harus masif dilakukan untuk tekan risiko kematian.
“Di tengah peningkatan suhu lingkungan terjadi peningkatan populasi nyamuk Aedes Aegypti yang harus diwaspadai untuk menekan jumlah kasus DBD yang berpotensi meningkat.
menurut Informasi Melalui Kedua Kepala dusun mekarsari dan mawar putih (Udin Dan Iid pangilan akrabnya) di wilayah Desa laman bukit mencatat angka kasus demam berdarah (DB) di Di Desa Laman Bukit meningkat,setidak nya ada 12 Kasus Saat ini”Infonya”

Kedua Kepala Dusun(Iid dan Udin) Menegaskan”harus segera disikapi dengan upaya pencegahan yang masif antara lain dengan konsisten menebar pesan kepada masyarakat agar menguras, menimbun dan menutup (3M) tempat-tempat penampungan air untuk mencegah jentik menjadi nyamuk dewasa.
Setidaknya,seminggu sekali masyarakat diajak untuk melakukan gerakan 3M itu agar pertumbuhan nyamuk Aedes Aegypti itu bisa ditekan secara signifikan.

Selain itu,juga harus digencarkan sosialisasi masif terkait sejumlah gejala DBD seperti demam hingga hari ketiga yang diikuti kondisi tubuh yang lemas, selalu mengantuk, muntah, nyeri perut hebat, pendarahan, bintik merah di kulit, mimisan, gusi berdarah hingga buang air besar berdarah Hibau Kedua Kadus”karena kami Peduli dengan Kesehatan Masyarakat kami “tegas Mereka”.

Munurut Kepala desa (Herman Sana) harus benar-benar memahami gejala-gejala demam berdarah itu, agar penanganan demam berdarah bisa dilakukan sedini mungkin setidaknya Diwilayah Desa Laman bukit Telah tercatat 12 Kasus yang tersebar di Tiga dusun yang ada di Laman bukit,untuk mencegah munculnya kasus kematian akibat demam berdarah Beliau Berharap Untuk Dinas terkait Harus Tanggap dan Sigap Menanganinya,Kemudian Kades Melanjutkan gerakan bersih-bersih lingkungan, termasuk membersihkan sampah, bak- bak penampungan air yang kerap menjadi sarang nyamuk, harus gencar dilakukan Bagi masyarakat “Himbaunya”.Kesempatan ini, tambahnya, sekaligus dimanfaatkan untuk memberikan pemahaman yang utuh kepada masyarakat terkait bahayanya DBD dan pentingnya upaya pencegahan.

Kemudian Kades mendorong sejumlah upaya preventif pencegahan DBD harus segera dilakukan bersama, melalui kolaborasi yang kuat antara pemangku kebijakan di tingkat pusat dan daerah, serta masyarakat luas, dalam upaya mewujudkan perlindungan kepada setiap warga negara dari berbagai ancaman yang datang.”Akhirnya
Penulis:Akbar






Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.