Photo of Gubernur Siapkan USG Portabel Turunkan Stunting Kalbar
Foto Gubernur Kalbar Sutarmidji saat menyerahkan bantuan Bank Kalbar Cabang Nanga Pinoh untuk pencegahan dan penanggulangan stunting di Kabupaten Melawi.

Kalbar, Melawi-Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Sutarmidji melanjutkan Kunjungan Kerja (Kunker) dengan membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Melawi Tahun 2024, pada Selasa (14/3/2023). 

Dalam kesempatan itu, Gubernur Sutarmidji menyoroti tingginya angka stunting di Kabupaten Melawi yakni 44,1 persen.

Untuk menurunkan prevalensi stunting menurutnya perlu ada sinergitas yang baik antara Pemkab dengan masyarakat. Dalam upaya percepatan penurunan stunting di Kalbar dirinya akan mempersiapkan bantuan USG portabel. 

Alat itu nantinya bisa dipergunakan untuk memantau perkembangan kandungan ibu hamil. Sehingga diharapkan bisa mendeteksi dini kasus stunting ditengah masyarakat. Ia meminta USG portabel tersebut dipergunakan untuk daerah yang padat penduduk akan tetapi jauh dari fasilitas kesehatan.

“Kita akan bantu USG portabel tapi saya minta digunakan untuk desa yang padat penduduknya tapi jauh dari puskesmas,” katanya.

Seperti diketahui, dari data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) angka prevalensi stunting Kabupaten Melawi sebesar 37,2 di tahun 2021, naik menjadi 44,1 di tahun 2022. 

Sutarmidji menyarankan agar Melawi bisa belajar dari daerah tetangganya, yakni Kabupaten Sintang. Karena dari data yang sama, angka prevalensi stunting Kabupaten Sintang yang sebesar 38,2 di tahun 2021, berhasil diturunkan menjadi 18,7 di tahun 2022. 

“Jadi Melawi hendaknya bisa mengikuti Sintang, bagaimana bisa turun (drastis) stuntingnya,” pesannya.

Sutarmidji menekankan dalam upaya percepatan penurunan stunting perlu dilakukan bersama-sama. Kuncinya, tiap daerah mesti memiliki data lengkap by name by address. Jika sudah memiliki data lengkap akan lebih mudah dalam upaya percepatan penurunan stunting ini.

“Jika data lengkap bisa didapat hingga tataran desa. Maka persoalan ini akan mudah diselesaikan,” ungkapnya.

Dirinya mengatakan lebih dari 68 persen desa di Kalbar berada diwilayah perkebunan dan tambang.

Sebagai langkah menurunkan stunting, ia juga akan meminta CSR setiap perusahaan perkebunan dan pertambangan untuk bersumbangsih dalam penurunan stunting di wilayahnya masing-masing.

“Jika satu perusahaan bisa membantu makanan bergizi sebanyak serratus KK setiap bulan. Saya rasa tak begitu besar jumlahnya jika disbanding dengan jumlah CSR yang harus mereka keluarkan,” ujarnya.

Dalam kesempatan Gubernur Kalbar Sutarmidji juga menyerahkan bantuan Bank Kalbar Cabang Nanga Pinoh untuk pencegahan dan penanggulangan stunting di Kabupaten Melawi, lalu Kredit Usaha Rakyat (KUR) Bank Kalbar dan Kredit KUM Peduli Bank Kalbar Melawan Rentenir.

Sedang Tren

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai