Polres Melawi Polda Kalbar – Dalam rangka menegakkan disiplin lalu lintas dan mencegah kecelakaan lalu lintas, Satgas Ops Zebra Kapuas Polres Melawi kembali melakukan kegiatan gabungan bersama beberapa instansi terkait. Kegiatan ini dilaksanakan di Jalan Juang KM 2, Kabupaten Melawi, Jumat (28/11/2025).
Kegiatan yang melibatkan berbagai instansi seperti Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Provinsi Kalimantan Barat, Dansubdenpom XII/1-3 Melawi, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Melawi, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Melawi, serta Jasa Raharja Kabupaten Melawi, bertujuan untuk melakukan sosialisasi, himbauan, serta penindakan terhadap pelanggar lalu lintas.
Kapolres Melawi, AKBP Harris Batara Simbolon, S.I.K., S.H., M.Tr.Ospla mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dan instansi terkait dalam menciptakan situasi lalu lintas yang aman, nyaman, dan terkendali. “Kami berharap melalui kegiatan ini, masyarakat lebih sadar akan pentingnya disiplin dalam berlalu lintas,” ujarnya.
Selama kegiatan berlangsung, petugas melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan, memberikan himbauan kepada pengendara, serta memberikan sanksi administratif kepada pelanggar. Selain itu, petugas juga memberikan sosialisasi terkait peraturan lalu lintas, penggunaan helm, dan pentingnya mematuhi rambu-rambu lalu lintas.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh perwakilan dari instansi terkait yang turut berperan dalam memastikan keberhasilan pelaksanaan Operasi Zebra Kapuas. Dengan adanya kegiatan gabungan ini, diharapkan masyarakat lebih memahami dan mematuhi aturan lalu lintas, sehingga dapat mengurangi angka kecelakaan di jalan raya.
Kapolres menegaskan bahwa pihaknya akan terus melakukan pengawasan dan penindakan terhadap pelanggaran lalu lintas, baik secara rutin maupun dalam rangka Operasi Zebra. “Kami berkomitmen untuk menciptakan lingkungan lalu lintas yang lebih aman dan sehat bagi seluruh masyarakat,” pungkasnya.
Komisi III DPR RI merekomendasikan Korlantas Polri menjadi Badan Lalu Lintas (Balantas) dipimpin jenderal bintang 3. Komisi III DPR menilai hal itu sesuai dengan kebijakan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Hal itu disampaikan dalam kesimpulan rapat Komisi III DPR bersama Korlantas Polri di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (27/11/2025). Kesimpulan dibacakan oleh anggota Komisi III DPR, Hinca Pandjaitan.
“Mengingat tantangan dan beban kerja yang semakin kompleks, Komisi III DPR RI merekomendasikan Korlantas Polri menjadi Badan Lalu Lintas Polri (Balantas Polri)/berpangkat bintang 3, sesuai dengan kebijakan Kapolri tentang transformasi organisasi Polri dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” kata Hinca.
Selain itu, dalam kesimpulan rapat, Komisi III DPR meminta Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho dan jajarannya meningkatkan pengamanan dan pelayanan lalu lintas. Khususnya dalam menghadapi liburan Natal 2025 dan tahun baru 2026.
“Dengan menjaga pemeliharaan keamanan yang mengedepankan kegiatan-kegiatan preventif sehingga dapat mewujudkan keselamatan ketertiban dan kelancaran berlalu lintas di seluruh wilayah Indonesia,” ujarnya.
Kemudian, Komisi III DPR RI juga mengapresiasi dan mendukung kinerja Korlantas Polri dalam melakukan optimalisasi dan revitalisasi kerja ETLE di bidang penegakan hukum lalu lintas pelayanan publik. Selain itu, di bidang regident melalui perangkat SIGNAL dan SINAR serta Indonesia Safety Driving Center (ISDC) untuk mewujudkan penegakan hukum lalu lintas yang transparan dan akuntabel.
Polres Melawi Polda Kalbar – Kegiatan Operasi Zebra yang digelar oleh Polres Melawi memasuki hari ke-11, tetap berjalan dengan baik dan terus diawasi secara ketat oleh petugas. Waka Ops Zebra Polres Melawi, Kompol Aang Permana S.I.P., S.H., M.A.P., melakukan pantauan langsung di lapangan untuk memastikan kegiatan berjalan lancar dan efektif. Kamis, (27/11) Pagi.
Dalam pantauannya, Kompol Aang mengungkapkan bahwa masih banyak ditemukan pelanggaran lalu lintas, baik dari pengendara sepeda motor maupun mobil. “Meski sudah memasuki hari ke-11, masih banyak pelanggaran yang terjadi, seperti tidak menggunakan helm, tidak membawa surat izin mengemudi (SIM), dan tidak memakai sabuk pengaman,” ujarnya.
Personil gabungan dari Polres Melawi terus melakukan teguran-teguran humanis kepada pengendara yang melanggar aturan. Teguran tersebut dilakukan dengan penuh kesabaran dan tetap menjaga sikap profesional. Selain itu, petugas juga memastikan pengendara wajib melengkapi kelengkapan diri dan kendaraan, seperti SIM, STNK dan lainnya.
“Kami berharap dengan adanya Operasi Zebra ini, kesadaran masyarakat terhadap pentingnya tertib berlalu lintas semakin meningkat. Dengan demikian, kita bisa mengurangi tingkat kecelakaan lalu lintas dan menciptakan suasana jalan raya yang lebih aman dan nyaman,” terang Kompol Aang.
Kegiatan Operasi Zebra Kapuas ini juga mendapat respons positif dari masyarakat. Banyak warga yang menyambut baik upaya pihak kepolisian dalam menciptakan lingkungan lalu lintas yang lebih aman dan tertib.
“Kami sangat mengapresiasi pihak kepolisian berharap dengan adanya operasi ini, kesadaran masyarakat terhadap keselamatan berkendara bisa terus meningkat dan tidak terjadi kecelakaan” ujar salah satu warga yang melintas di kegiatan Ops zebra.
Kegiatan Operasi Zebra ini dilaksanakan dalam rangka menekan angka kecelakaan lalu lintas, meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap aturan lalu lintas, serta menciptakan situasi lalu lintas yang lebih tertib dan aman. Dengan dukungan masyarakat, diharapkan operasi ini dapat mencapai target yang telah ditetapkan.
Toraja Utara, Polisi mengecek dengan mendatangi lokasi yang diduga menjadi tempat dilaksanakannya aktifitas perjudian jenis sabung ayam di Tongkonan Tangga Langi’, Karambe, Kelurahan Buntu Barana, Kecamatan Tikala, Kabupaten Toraja Utara, Rabu (26/11/2025).
Lokasi ini sebelumnya diadukan oleh seorang warga menjadi lokasi judi sabung ayam terselubung yang dipindahkan lantaran lokasi sebelumnya telah tercium oleh pihak Kepolisian.
Pengecekan dilakukan oleh Tim Resmob Polres Toraja Utara dipimpin langsung Kasat Reskrim IPTU Ruxon, SH, dengan melibatkan Unit Paminal Sipropam Polres Toraja Utara.
Saat dikonfirmasi, Kapolres Toraja Utara AKBP Stephanus Luckyto A.W, S.I.K., S.H., M.Si, melalui Kasat Reskrim IPTU Ruxon, SH, mengatakan bahwa apa yang pihaknya lakukan merupakan tindak lanjut atas laporan dari warga melalui salah satu media akan adanya dugaan rencana aktifitas perjudian sabung ayam di lokasi itu.
“Jadi setelah laporan diterima, Petugas Gabungan langsung turun ke lokasi. Namun dari hasil peninjauan di TKP, nampak tidak ditemukannya adanya indikasi aktivitas warga dalam melakukan praktek judi sabung ayam,” jelasnya.
Ditegaskan Iptu Ruxon, respon cepat dilakukan agar Masyarakat merasa terayomi dan isu tak melebar ke mana-mana. Kami tindaklanjuti secara terbuka dan profesional dengan melakukan koorinasi bersama Pemerintah setempat.
Kendati tidak ditemukan adanya indikasi bakal digelarnya sabung ayam, Petugas gabungan tetap menegaskan dan mengimbau kepada Masyarakat setempat untuk tidak memfasilitasi pelaksanaan aktivitas perjudian dalam bentuk apapun, ungkap Kasat Reskrim.
Pihaknya sendiri akan terus melakukan penindakan akan aktivitas perjudian terkhusus sabung ayam yang kerap dijadikan sebagai alasan adat atau tradisi di Toraja Utara, tutupnya.
Polres Melawi Polda Kalbar – Dalam rangka memastikan keselamatan dan kelancaran arus lalu lintas di sekitar sekolah, Satgas Preventif Operasi Zebra Kapuas Polres Melawi melakukan pengaturan lalu lintas di beberapa sekolah di Kabupaten Melawi,, Rabu (26/11/2025). Kegiatan ini dilakukan saat siswa-siswi sedang berangkat dan pulang sekolah, yang merupakan momen rawan terjadinya kecelakaan lalu lintas.
Kapolres Melawi AKBP Harris Batara Simbolon, S.I.K., S.H., M.Tr.Ospla, mengatakan, kegiatan pengaturan lalu lintas ini merupakan bagian dari Operasi Zebra yang bertujuan untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas, terutama di sekitar area sekolah. “Kita ingin menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman bagi para pelajar,” ujarnya.
Dalam operasi tersebut, personel Satgas Preventif melakukan pengawasan terhadap pengemudi yang melintas di sekitar sekolah, serta memberikan himbauan kepada para siswa dan orang tua untuk tetap mematuhi aturan lalu lintas. Selain itu, petugas juga memberikan edukasi kepada para pelajar tentang pentingnya kesadaran akan keselamatan berkendara dan berjalan di jalan raya.
“Kami juga mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada dan berhati-hati saat melintas di sekitar area sekolah, terutama saat jam sekolah berlangsung,” tambah Kapolres.
Kegiatan ini mendapat respons positif dari para orang tua dan siswa.
“Saya senang ada petugas yang mengawasi lalu lintas di sekitar sekolah. Ini membantu mengurangi risiko kecelakaan,” ujar salah satu orang tua siswa.
Dengan adanya pengaturan lalu lintas oleh Satgas Preventif Ops Zebra Kapuas, diharapkan dapat menciptakan lingkungan sekolah yang lebih aman dan nyaman bagi seluruh siswa dan guru. Kegiatan serupa akan terus dilakukan secara rutin dalam rangka meminimalisir risiko kecelakaan lalu lintas di wilayah Kabupaten Melawi.
Berandanews24,Sebanyak 110 anak di Indonesia teridentifikasi direkrut kelompok terorisme, menurut temuan Densus 88 belum lama ini. Jawa Barat terdata menempati posisi teratas sebagai daerah dengan kasus keterpaparan radikalisme anak melalui dunia digital.
Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Rudi Setiawan melalui Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Hendra Rochmawan tak memungkiri adanya pergeseran metode perekrutan anak oleh kelompok radikal di era saat ini. Sebab kini perekrutan dilakukan melalui media sosial, berbeda dengan dulu yang dilakukan salah satunya dengan membentuk pengajian untuk menyisipkan paham radikal.
“Tetapi metode terbaru dan sebenarnya sudah lama juga dan lebih efektif itu lewat media sosial,” kata Kombes Hendra Senin (24/11/2025).
Kombes Pol. Hendra Rochmawan mengatakan, kelompok radikalisme salah satunya menyasar generasi Z dengan memanfaatkan teknologi. Menurutnya ini sangat mengkhawatirkan lantaran anak-anak dan remaja di zaman sekarang tak lepas dari penggunaan gadget.
“Ini pengguna gadget di Indonesia kalangan gen z sangat masif tentu saja yang dilakukan oleh terorisme memanfaatkan teknologi untuk bisa direkrut,” ucapnya.
Kombes Pol. Hendra Rochmawan menjelaskan bahwa ada berbagai faktor yang dapat membuat anak lebih rentan terhadap upaya perekrutan kelompok terorisme, mulai dari kondisi lingkungan hingga persoalan pendidikan dan ekonomi. Faktor-faktor tersebut, menurutnya, membuka celah bagi kelompok tertentu mempengaruhi target yang dianggap mudah direkrut.
“Karena di samping pendidikan, kemiskinan, sulitnya pekerjaan, persaingan kerja ketat, ini memudahkan mereka direkrut dengan berbagai cara lah,” ujar Kabid Humas Polda Jabar.
Sebagai bentuk pencegahan, Polda Jawa Barat menyiapkan sejumlah langkah yang melibatkan berbagai pihak, termasuk bekerja sama dengan para pemangku kepentingan di daerah dan Da’i Kamtibmas.
Selain itu, Kombes Pol. Hendra menyampaikan bahwa kepolisian juga tengah merancang pembentukan satuan tugas di sekolah- sekolah dengan melibatkan siswa. Langkah ini dipandang penting sebagai upaya antisipasi, khususnya setelah insiden ledakan di SMAN 72 Jakarta yang pelakunya diketahui merupakan korban perundungan. Dengan mekanisme ini, deteksi dini diharapkan bisa dilakukan lebih efektif.
“Dengan ada fenomena baru yaitu ada bullying di sekolah-sekolah, Kapolda Jabar telah memerintahkan Humas, binmas, dan unit PPA akan kita bentuk satgas untuk kita libatkan dari PKS atau polisi keamanan sekolah yang di OSIS dan organisasi di sekolahan itu kita ajak untuk edukasi agar jadi pelapor dari tindakan bullying yang dilakukan di sekolah,” katanya.
“Karena ternyata akibat bullying sangat besar dampaknya,” tutup Kombes Pol. Hendra Rochmawan.
Jabar – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan arahan dalam acara Apel Kasatwil di Mako Satuan Latihan Korbrimob Polri, Cikeas, Bogor, Jawa Barat. Dalam pengarahannya, Sigit menyinggung soal semangat Polri dalam meningkatkan pelayanan prima untuk seluruh masyarakat.
Menurut Sigit, Apel Kasatwil ini sendiri juga membahas untuk melakukan penguatan internal Kepolisian. Kegiatan ini juga mengingat kembali doktrin Tribrata dan Catur Prasetya.
“Intinya yang kita harapkan pada apel kasatwil ini tentunya ini menjadi semangat Polri untuk kemudian konsolidasikan ulang dan kemudian mewujudkan institusi Polri yang responsif, adaptif dan kemudian betul-betul bisa mewujudkan institusi Polri seperti apa yang diharapkan masyarakat,” kata Sigit di Mako Satuan Latihan Korbrimob Polri, Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Senin (24/11/2025).
Apel Kasatwil bertajuk ‘Transformasi Polri yang Profesional untuk Masyarakat’ ini, kata Sigit sengaja dilaksanakan di Satlat Brimob Cikeas. Para Kapolda dan Kapolres bakal bermalam di tenda selama tiga hari ke depan.
“Tentunya kegiatan ini yang pertama meningkatkan soliditas internal kekompakan utamanya. Bagaimana kita melakukan preview penanaman ulang doktrin kita Tribrata dan Catur Prasetya. Dan tentunya hakikat dari tugas Polri di dalam melaksanakan tugas pokok fungsinya sebagai pelaksana alat negara di bidang harkamtibmas di bidang penegakan hukum dan memberikan perlindungan pengayoman pelayanan terhadap keamanan yang di dalam negeri,” ujar Sigit.
Menurut Sigit, Apel Kasatwil juga menjadi wadah untuk melakukan refleksi apa saja yang sudah dilakukan dan melakukan perbaikan terhadap segala kekurangan yang ada. Di antaranya merespons Komisi Percepatan Reformasi Polri.
“Semangat upaya Polri untuk respons komisi reformasi ini juga bagian dari upaya kita lakukan perbaikan,” ucap Sigit.
Dalam kesempatan ini, Sigit menyebut, selain menghadirkan pembicara dalam negeri, Apel Kasatwil juga mengundang Kepolisian Hongkong. Hal itu untuk mencari model penanganan aksi unjuk rasa atau demonstrasi di Indonesia.
Menurut Sigit, ke depannya, Polri akan mengubah doktrin penanganan demonstrasi yang tadinya menjaga menjadi melayani. Hal ini komitmen sesuai dengan komitmen polisi yang sejak awal menjamin hak kebebasan berpendapat masyarakat.
“Di satu sisi kita juga tentunya miliki konsep dalam menghadapi rusuh massa yang tentunya apabila tidak kita kendalikan akan berdampak stabilitas kamtibmas, terganggunya fasilitas publik, sektor ekonomi yang tentunya harus kita jaga. Ini menjadi bagian kita evaluasi sekaligus pembahasan dalam apel kasatwil,” ucap Sigit.
Lebih dalam, Apel Kasatwil ini juga melaunching seragam Pamapta. Hal ini merupakan simbol komitmen Polri yang terus merespons cepat pengaduan masyarakat dengan memanfaatkan pelayanan digital 110.
“Sehingga saat ada pengaduan, Polri bisa segera turun, termasuk bagaimana kita menguatkan interaksi pelayanan kehadiran kita di tengah-tengah masyarakat. Tadi kita juga perkenalkan beberapa model paket terkait pelayanan kepolisian ke depan. Supaya masyarakat lebih mudah dapatkan pelayanan,” tutup Sigit.
Berandanews24, Lumajang, Jawa Timur — Sabtu, 22 November 2025
Polri melalui Polda Jawa Timur terus mengintensifkan operasi kemanusiaan bagi warga terdampak erupsi Gunung Semeru. Informasi ini disampaikan sebagai bentuk transparansi bahwa upaya penyelamatan, dukungan logistik, dan pemulihan psikososial di Kabupaten Lumajang terus berlanjut melalui kerja sama erat antara Polri, pemerintah daerah, TNI, relawan, serta para pemangku kepentingan lainnya. Seluruh langkah ini menjadi wujud hadirnya negara dalam memastikan keselamatan, ketenangan, dan pemulihan warga di masa darurat.
Dansatbrimob Polda Jawa Timur, Kombes Pol. Suryo Sudarmadi, S.I.K., M.H., melaporkan bahwa sejak Sabtu dini hari, 22 November 2025, satu Satuan Setingkat Kompi (36 personel) Satbrimob yang dipimpin Danyon B Pelopor Kompol Toni Agus Salim, S.H., M.M., telah bergerak mendukung pemulihan warga di Kecamatan Pronojiwo. Kegiatan dimulai sejak pukul 04.30 WIB melalui pengoperasian dapur lapangan Brimob yang setiap harinya memasak ratusan porsi makanan gratis bagi warga terdampak, para pengungsi, serta personel SAR di lapangan. Di tengah hawa dingin dan situasi darurat pasca erupsi, aroma masakan dari tenda Brimob menjadi penanda hadirnya harapan, sekaligus titik hangat yang mempererat kebersamaan.
Memasuki pagi hari, personel melaksanakan pengecekan kesiapan dan pembagian tugas yang dipimpin AKBP Toni Agus Salim untuk memastikan seluruh operasi berjalan aman, terkoordinasi, dan penuh empati. Setelah itu, personel langsung diterjunkan membantu membersihkan rumah-rumah warga dari abu vulkanik dan material erupsi. Banyak warga yang merasa tidak lagi memiliki tenaga untuk memulai pemulihan, sehingga kehadiran Brimob yang turut mengangkat barang-barang rumah tangga, membersihkan permukiman, dan memindahkan barang penting menuju hunian tetap menjadi bentuk pertolongan nyata yang sangat dirasakan masyarakat.
Pada pukul 09.00 WIB, upaya pemulihan psikososial diwujudkan melalui kegiatan trauma healing di SDN 04 Pronojiwo yang dipimpin Bripka Arif bersama dua personel lainnya. Melalui permainan edukatif, aktivitas kreatif, dan pendampingan emosional, anak-anak diarahkan untuk kembali merasa aman dan mampu melepaskan ketegangan pasca bencana. Di tengah tawa yang mulai kembali terdengar, kegiatan ini menjadi bukti bahwa pemulihan bukan hanya soal membenahi bangunan, tetapi juga memulihkan hati dan rasa aman para korban, terutama anak-anak.
Pada pukul 11.00 WIB, Pos Dapur Lapangan Brimob di Desa Supit Urang menerima kunjungan utusan Presiden Republik Indonesia yang meninjau langsung kesiapan logistik, pelayanan dapur lapangan, dan pendampingan warga terdampak yang dilakukan Brimob. Kehadiran pemerintah pusat tersebut memperkuat koordinasi nasional dalam penanganan bencana Semeru dan memastikan bahwa setiap langkah yang dilakukan di lapangan berjalan sesuai kebutuhan masyarakat.
Sehari sebelumnya, Jumat (21/11/2025), Polda Jawa Timur telah memberangkatkan bantuan kemanusiaan bagi warga terdampak erupsi Gunung Semeru. Bantuan tersebut dilepas oleh Wakapolda Jawa Timur Brigjen Pol Dr. Pasma Royce, S.I.K., M.H. bersama Pejabat Utama Polda Jatim dari halaman Gedung Tribrata Mapolda Jatim. Dengan status Gunung Semeru yang berada pada Level IV (Awas), bantuan difokuskan untuk mendukung dua titik utama pengungsian di Kecamatan Pronojiwo, yakni Posko SD 04 Supiturang dan Posko SMP 2 Pronojiwo yang menampung ratusan warga, termasuk kelompok rentan seperti balita, bayi, lansia, penyandang disabilitas, ibu hamil, serta ibu menyusui. Bantuan yang dikirimkan meliputi kebutuhan balita seperti susu, popok, kasur bayi, pakaian anak, serta 450 selimut untuk lansia dan 300 paket makanan ringan untuk anak-anak dan remaja. Wakapolda Jatim menegaskan bahwa seluruh distribusi dilakukan secara humanis dan penuh empati karena para pengungsi masih berada dalam kondisi trauma.
Polda Jawa Timur memastikan bahwa seluruh rangkaian bantuan kemanusiaan akan terus berlanjut hingga situasi benar-benar pulih. Upaya Brimob di lapangan—mulai dari dapur umum, pembersihan rumah, hingga trauma healing—merupakan bagian integral dari misi kemanusiaan Polri dalam menjaga keselamatan dan memulihkan warga Lumajang yang terdampak. Polri berkomitmen untuk terus menyampaikan perkembangan penanganan Semeru secara cepat, transparan, dan responsif, sebagai wujud pelayanan kepada masyarakat dalam situasi bencana.
Berandanews24,Sigli — Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah menyebut bahwa Provinsi Aceh harus menjadi daerah yang aman dan nyaman bagi seluruh masyarakat maupun setiap pihak yang berkunjung. Berdasarkan berbagai indikator kamtibmas, Aceh tercatat sebagai provinsi teraman nomor satu di Sumatera.
“Aceh harus jadi tempat yang aman dan nyaman bagi semua orang. Dari 10 provinsi di Sumatera, Aceh menjadi yang paling kondusif, dan ini merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen masyarakat serta aparat keamanan,” kata Irjen Pol. Marzuki Ali Basyah saat melaksanakan kunjungan kerja (kunker) di Polres Pidie, Kamis, 20 November 2025.
Menurutnya, budaya pemulia jamee atau memuliakan tamu yang mengakar kuat dalam kehidupan masyarakat Aceh menjadi modal sosial bagi terciptanya keamanan dan kenyamanan. Tradisi ini menunjukkan bahwa Aceh adalah daerah yang ramah, terbuka, dan menjunjung tinggi nilai-nilai persaudaraan.
Sementara itu, Kapolres Pidie AKBP Jaka Mulyana dalam kesempatannya mengucapkan selamat datang kepada Kapolda Aceh beserta rombongan di wilayah Pidie. Dalam laporannya, Jaka menggambarkan secara umum bahwa keamanan di wilayah Pidie sangat kondusif.
“Kamtibmas di Pidie sangat kondusif dan terjaga. Ini merupakan hasil dari sinergi seluruh pihak, baik aparat kepolisian maupun masyarakat,” ungkap Jaka.
Menurutnya, kerja sama yang kuat antara Polri dengan Forkopimda, para tokoh agama, tokoh pemuda, serta elemen masyarakat lainnya menjadi faktor penting yang mendukung terciptanya suasana yang aman di Kabupaten Pidie.
Kapolres Pidie menyampaikan bahwa kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah hukum Polres Pidie hingga saat ini berada dalam keadaan aman dan kondusif. Hal tersebut ia sampaikan dalam sambutannya pada kegiatan yang dihadiri para pejabat utama, tokoh masyarakat, serta unsur terkait lainnya.
“Melalui upaya bersama, kami berharap situasi aman dan kondusif yang selama ini terjaga dapat terus dipertahankan demi terciptanya Kabupaten Pidie yang harmonis dan tenteram,” kata AKBP Jaka Mulyana.
Usai memberikan arahan, Kapolda menyerahkan bantuan berupa sembako kepada masyarakat yang membutuhkan. Selain itu, Kapolda Aceh juga memberikan tali asih dan bingkisan kepada perwakilan Komite Peralihan Aceh (KPA) wilayah Pidie sebagai bentuk perhatian sekaligus penguatan hubungan harmonis antara Polri dan seluruh unsur masyarakat.
Dalam kunker itu, Kapolda Aceh turut didampingi Wakapolda Brigjen Pol. Ari Wahyu Widodo, Ketua Bhayangkari Daerah Aceh Ny. Ira Marzuki, Karo Ops, dan Dirintelkam. Kedatangannya disambut langsung oleh Kapolres Pidie AKBP Jaka Mulyana dan Ketua Bhayangkari Cabang Pidie Ny. Ruri Jaka.
BerandaNews24,Bersamaan dengan penutupan Operasi Antik Lodaya 2025 yang berhasil mengamankan 372 tersangka narkotika, Polda Jawa Barat menyampaikan pesan penting mengenai tanggung jawab sosial terhadap para pelaku tindak pidana narkotika. Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol. Hendra Rochmawan, S.I.K., M.H., menekankan bahwa setelah menjalani hukuman, para pelaku membutuhkan bantuan dan arahan agar dapat menjadi pribadi yang lebih baik. Pihak Kepolisian menyadari bahwa proses penangkapan dan hukum adalah kewajiban, namun terdapat kewajiban sosial dan psikologis yang jauh lebih besar bagi masyarakat.
Kombes Pol. Hendra Rochmawan menyoroti akar masalah yang seringkali membuat para pelaku terjerumus kembali atau mengulang perbuatannya. Menurutnya, alasan utama yang mendasari kondisi psikologis dan sosiologis mereka adalah kesulitan mencari pekerjaan, sulitnya mendapatkan kesejahteraan dan ketertinggalan dalam sumber daya di tengah kemajuan saat ini. “Mereka juga memilih putih, ingin bersih juga setelah menjalani hukuman. Tapi karena kesulitan berbagai hal ini membuatnya menjadi pelaku yang berulang lagi dan tersesat,” jelas Kombes Pol. Hendra Rochmawan, Kamis (20/11/2025)
Oleh karena itu, Kabid Humas Polda Jabar secara khusus menyampaikan seruan kepada pemerintah daerah, mulai dari tingkat provinsi, kabupaten, hingga kecamatan. Kombes Pol. Hendra Rochmawan meminta agar para pelaku ini tidak dianggap sebagai “orang-orang yang terbuang”, melainkan harus diperhatikan oleh semua pihak. Ia menekankan bahwa setelah selesai menjalani hukuman, hukum itu jangan selalu hitam bagi mereka. Peran pemerintah daerah sangat dinantikan untuk memastikan bahwa mereka memiliki kesempatan dan akses agar tidak kembali melakukan tindak pidana.
Selain pemerintah, seruan juga ditujukan kepada para ulama dan pendidik agama. Kombes Pol. Hendra Rochmawan mengajak mereka untuk tidak melihat para pelaku ini sebagai orang-orang yang selalu menyimpang dan tersesat. “Berilah mereka pertolongan. Berilah mereka doa, datang, berkunjung, dan sebagainya,” tuturnya. Ia menjelaskan bahwa para pelaku ini juga membutuhkan bimbingan agama, bukan hanya mereka yang berada di pondok pesantren atau tempat pendidikan formal, sehingga kebatinan mereka dapat kembali kepada Yang Maha Kuasa dan menjauhkan diri dari perbuatan haram.
Polda Jabar bersama Kejaksaan, Hakim, dan Lapas (Lembaga Pemasyarakatan) melaksanakan kewajiban dalam proses penegakan hukum dan pembinaan. Namun, Kombes Pol. Hendra Rochmawan berharap agar semua pihak dapat bekerja sama dalam memberikan dukungan sosial dan psikologis yang besar bagi para pelaku. Keinginan mereka untuk menjadi pribadi yang baik itu selalu ada dan besar sekali, dan hanya dengan bantuan menyeluruh dari pemerintah daerah, ulama, dan masyarakat, mereka dapat diajak untuk benar dan tidak kembali terjerumus dalam tindak pidana.
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.