Sintang-Pasca tersendatnya kapal tugboat yang mengangkiut pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM ) ke Depot Patra Niaga Unit pelayanan sintang masih berpengaruh terhadap pelayanan dari SPBU – SPBU di kota Sintang.
Berdasarkan pantauan awak media di lapangan hari kamis ( 5/3 ) terdapat beberapa SPBU dalam kota Sintang dan sekitarnya yang terpaksa tutup karena alami kekosongan BBM terutama jenis Pertalite dan solar, ada beberapa yang buka juga namun hanya tersedia BBM jenis Pertamax saja,
Akibat dari kekosongan stok BBM di beberapa SPBU tersebut mengakibatkan antrian panjang di SPBU-SPBU yang masih memiliki stok BBM jenis Pertalite dan Solar bersubsidi.
Seperti yang terpantau oleh awak saat melakukan peliputan, yang menjadi titik antrian panjang adalah SPBU 6478612 tugu BI kamis (5/3)
Manager SPBU 6478612 Nurmalia saat di wawancarai mengakui setiap hari terjadi antrian di SPBU yang dipimpinnya.
“Kami Buka dari jam 08 – 00 Wib – 22.00 wib bang dan setiap hari pasca kemarau kemarin selalu terjadi antrian,” tutur Nurmalia.
“Saat ini baik itu motor ataupun mobil selalu ramai dan panjang antriannya, bahkan kadang belum waktunya tutup kita sudah kehabisan stok,” Tambahnya.
Menurut Nurmalia Pihaknya memiliki beberapa kendala dalam upaya melakukan pelayanan maksimal kepada masyarakat.
” Untuk saat ini SPBU kita sedikit mengalami kendala dalam pelayanan , Salah satunya kurang pasokan dari depot dan suplai BBM nya sebagian dikirim dari Pontianak kadang kendala Armada tangki kita biasa telat dalam pngiriman sehingga mempengaruhi dalam penyaluran ke konsumen,” Lanjut Nurmala.
“Untuk saat ini Karena keadaan alam yang masih kemarau mengakibatkan kurangnya pasokan dari depot ke tiap-tiap SPBU, untuk itu perlu ada nya tambahan quota dari depot terutama untuk SPBU -SPBU khususnya dalam kota, tambahnya lagi.
Nurmalia menyebutkan kan selain pasokan, kendala lain yang sering di alami pihaknya adalah masalah Qris.
“Adapun kendala lain yang membuat antrian makin sulit terurai adalah sistem pengisian yang menggunakan QR, kadang sering error sehingga mengakibatkan antrian panjang dan itu mengurangi kepuasaan pelanggan kita,” Pungkas Nurmalia.
Dari investigasi yang di lakukan pihak media selain faktor faktor yang telah di uraikan beberapa SPBU mengaku jatah pasokan kepada SPBU masih kurang dan mereka berharap pihak Pertamina Patra Niaga memberikan tambahan kuota bulanan guna menjamin normalisasi pelayanan kepada publik.(red-Tim)

